Hera seperti mayat hidup, duduk di pinggir kasur tanpa daya sementara kakinya sedang dibasuh dengan air hangat oleh Mete. Setelah kejadian semalam Hera tak lagi terlihat seperti manusia yang punya nyawa kecuali napas teraturnya yang berderu. Pria itu melecehkannya dengan kejam - lalu meninggalkannya begitu saja. "Tidak ada gunanya kau seperti ini, dunia tidak akan berubah." Suara Mete menginterupsi Hera. Sedari awal Mete merawatnya tidak pernah sekalipun suaranya terdengar bicara dengan Hera. Mete seperti pelayan pada umumnya yang hanya mengerjakan tugas sesuai perintah tanpa boleh membangun hubungan baik dengan orang yang dirawatnya. "Bi, kenapa aku sulit sekali mati? Aku ingin menebus semua kesalahanku dengan kematian. Aku sudah siap menerima siksaan neraka atas kesialan yang menyert

