Bab 146

1883 Kata

Pagi itu, Jeremi sudah mondar-mandir di ruang tamu apartemennya. Jas abu-abu muda tergantung rapi di kursi, sepatu kulit hitam mengilap di ujung karpet. Dia menatap jam tangan berkali-kali sambil menghela napas panjang. *"Oke, Jer… kamu cuma mau minta izin. Bukan mau melamar sekarang… santai… santai…"* gumamnya sendiri, meskipun detak jantungnya malah makin kencang. Di sisi lain kota, Vivienne sedang duduk di meja rias kamarnya, merapikan rambutnya sambil melirik ponsel. Pesan dari Jeremi masuk. > **Jeremi**: Aku otw ke rumah kamu sekarang. > **Vivienne**: Oke. Kamu yakin? > **Jeremi**: Kalau aku nggak yakin, aku nggak akan bisa tidur malam ini. Vivienne menghela napas, sedikit cemas. Dia tahu Papa-nya tidak mudah luluh, apalagi ini kali pertama Jeremi secara langsung memint

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN