"Bagaimana ini bang?" Itu Pertanyaan yang keluar dari bibir Jeje untuk pertama kali, sampai - sampai dia tidak tahu harus bahagia dulu atau cemas dulu setelah mereka terdiam beberapa saat tadi. Wika memeluk Jeje, dia mengucapkan rasa terima kasihnya dan tentu saja rasa bahagianya karena sebentar lagi mereka akan memiliki anak. "Terima kasih ya sayang, kita jaga dia sama - sama ... jangan pikirin hal lain. Besok kita ke dokter, jangan bilang mama, mommy dan yayang dulu. Besok setelah kita periksa dan ada hasilnya baru kita kasih tahu mereka." 'Cup' satu kecupan mampir di dahi Jeje. "Abang senang?" "Ya senang banget lah." "Apa ini nggak apa - apa bang?" "Maksudnya?" "Ya kan kita disuruh menunda dulu sekarang malah gini, apa mereka akan marah ya bang?" tanya Jeje dengan polosnya. "N

