Suara pintu kamar mandi terbuka pelan. Juan keluar dengan rambut masih basah, wajahnya serius, rahangnya mengeras menahan banyak pikiran. Handuk kecil tergantung di lehernya, tubuhnya bertelanjang da~da yang masih basah, menegaskan betapa tegang dan tidak tenangnya pria itu. Tatapan matanya langsung menemukan Alicia yang duduk di tepi tempat tidur, memeluk lutut, tampak rapuh namun berusaha tenang. Dan untuk pertama kalinya sejak semalam, Juan menatapnya dengan penuh keraguan. “Alicia,” gumamnya pelan, “apa ada sesuatu yang tidak kau katakan padaku?” Jantung Alicia mencelos sesaat. Ia tahu, sedikit saja ia salah bersandiwara atau salah bicara, semuanya akan runtuh. Tapi ia sudah mempersiapkan segalanya. Dia berdiri perlahan, berusaha tampak kuat, sebelum memegang sisi pinggangnya den

