Juan tiba di Mansion Antares dengan langkah pincang namun sorot matanya tajam dan membara. Darah masih merembes dari perban yang membungkus tubuhnya, tetapi rasa sakit itu sama sekali tidak berarti dibandingkan kegelisahan yang menggerogoti dadanya. Begitu memasuki ruang utama, pandangannya langsung tertuju pada satu sosok yang paling ia benci saat ini. Nelly. “Di mana Alicia?” suara Juan rendah, penuh tekanan. Nelly menoleh perlahan. Sesaat matanya menyipit, lalu berubah dingin saat menyadari kondisi Juan yang masih terluka, namun tetap datang mencarinya. “Kau ini benar-benar gila,” ujar Nelly sambil melangkah mendekat, nada suaranya seolah penuh kepedulian palsu. “Luka seperti itu seharusnya dirawat, bukan malah berkeliaran. Duduklah. Aku akan...” Belum sempat kalimatnya selesai,

