"Leon!" Teriak Alara yang ternyata terbangun dari tidurnya. Dia mengatur nafasnya, jantungnya berdetak dengan kencang, Meskipun tadi hanyalah mimpi, dia merasa itu seperti nyata baginya. Bahkan kini dia tidak bisa tertidur, dia benar-benar cemas dan khawatir. Entah kenapa dia bermimpi seperti itu. "Apa yang sebenarnya terjadi." Lirih Alara, dia tidak bisa tertidur kembali karena merasa tidak tenang. Dia juga masih mengingat lengan Leon yang bercucuran darah karena tembakan dari ayahnya. Alara yang tidak bisa tidur lahi memilih untuk pergi dari apartemennya, sia ingin menemui ayahnya dan meminta jawaban daeinya, sebenarnya apa yang sedang terjadi, dia bisa melihat jika Leon memang masih mencintainya, tapi kenapa dia meninggalkannya dan bahkan tidak memilihnya saat dia dulu di beri pil

