Semua omongan William kali ini memang tidak bohong. Selesai mandi, makan, dia mengantar Sella untuk ke rumah. Selama di perjalanan keduanya hanya diam dengan isi otak masing-masing. William yang masih kefikiran soal cctv, sedangkan Sella berusaha sekuat tenaga agar tidak menangis. Bukan lagi perkara sakit hati, tetapi itu semua karena perutnya yang masih sakit sampai detik ini. Ringisan Sella lolos, membuat William menoleh. Beruntung sedang lampu merah, jadi pria itu bisa menatap sang istri dengan lekat. Entah apa yang terjadi dengan Sella, William tidak mengerti. Yang jelas dia terus memegangi perutnya. "Jadi kita mau ke mana? Rumahmu? Rumah sakit? Saya tidak terima orang plin-plan nantinya," ujar William sambil terus menatap Sella. "Rumah aja, Will, aku mau ketemu Ayah." William tida

