Selamat Tinggal

1056 Kata

‘Di dunia ini kamu tidak akan sendirian, karna kamu masih punya Ayah. Biarkan Bunda kamu istiraat, tugasnya untuk menjagamu akan Ayah ambil. Ayah akan selalu melindungi kamu sampai akirnya Tuhan meminta Ayah buat pulang. Saat hari itu terjadi, Ayah yakin kamu sudah tumbuh jadi wanita tangguh, Sella.’ Kata-kata indah itu kini tinggal kenangan. Kenangan yang tak akan bisa diulang sampai kapanpun. Tidak perduli akan menangis darah, pingsan, semua akan tetap berjalan seperti ini. Tangisan pilu nan menyesakan Sella pecah tanpa bisa ditahan. Tidak perduli tubuhnya sedang meronta kesakitan, kehisterisannya lebih menominasi. Bukan lagi patah, tapi hari ini Sheilla sangat hancur lebur layaknya sampah yang terbakar menjadi debu. Kabar baik yang sejak semalam Sella tunggu harus patah saat dokter me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN