Aku Tunggu Minggu Depan

1053 Kata

Brak! "William?" Suara pintu terbuka, lalu kembali tertutup kencang membuat semua mata menatap ke arah ambang pintu. Walaupun menjadi pusat perhatian, William tidak malu. Jangankan malu, dia juga tidak perduli. Setelah berdebat kecil dengan Arvita di lantai bawah, pada akhirnya wanita itu bilang jika Edward sedang meeting. William tidak bodoh, sejak tadi dia menghitung mundur waktu. Di saat waktu meeting berakhir, dia memutuskan untuk masuk. Edward menatap bingung keponakannya. Berhubung meeting baru dia tutup, Edward memberi kode kepada asistennya untuk melanjutkan. Sedangkan Edward, dia berjalan menghampiri William. Sebelum mulutnya bertanya lebih jauh, Edward mengajak sang keponakan untuk ke luar dari ruang meeting. "Seperti itu cara seorang pimpinan bertamu? Ayolah, bukannya Paman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN