"Moza itu sangat mencintaim Edham sebenarnya. Tapi ya begitulah. Mamanya Edham justru menjodohkannya dengan wanita lain. Di saat Moza patah hati, ada Pak Sakha yang ngajak balikan," Mita kembali mengoceh. "Apa menurutmu Pak Sakha dengan Moza saling mencintai?" Pertanyaan ini sudah sejak pertama kali Sakha dan Moza melakukan inseminasi, bercokol di dalam hati Johan. Jika memang saling mencinta kenapa harus inseminasi segala? "Apa menurut dokter, Moza bisa hamil tanpa dihamili Pak Sakha? Dan apa iya keduanya tidak pernah b******a tapi Moza bisa hamil juga?" Ucapan Mita selalu saja membuatnya kalah omongan. Hingga Johan memilih diam. Lima belas menit memfokuskan pandangan pada jalanan tanpa ada lagi ocehan Mita, tiba juga dia pada sebuah rumah minimalis yang Mita tunjukkan sebagai rumahny

