Bab 109 : Kebenaran Selalu Menemukan Jalan

1593 Kata

Kenzo tertidur pulas setelah keduanya merapikan diri. Lampu kamar sudah diredupkan, suara AC halus seperti napas tambahan yang menenangkan. Zeya berbaring menyamping, memandangi garis rahang suaminya yang selalu terlihat tegas saat tidur. Ia mengulurkan tangan, menyentuh perlahan kening Kenzo, lalu menarik selimut agar bahunya lebih tertutup. Hatinya menghangat, namun tekadnya tidak surut. Zeya bangkit pelan. Ia berjalan ke nakas dan mengambil ponsel Kenzo yang tadi diletakkan asal. Layar menyala, sidik jari Kenzo sudah merekam akses untuk panggilan darurat. Zeya membuka notifikasi yang belum sempat terbaca. Ada pesan masuk dari nomor yang tidak bernama. Zeya menelan ludah. Ia mengetuk layar. Pesan itu terbuka. “Kenzo, kamu memblokir nomor lamaku. Apa sampai segitunya.” Zeya membeku se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN