Pintu pantry setengah terbuka. Lampu putih menyapu meja stainless yang bersih. Clara sudah menunggu dengan laptop tipis dan sebuah flashdisk berstiker tanggal kejadian. Wajahnya lelah, namun matanya sigap. “Aku pegang salinannya,” ucap Clara sambil menepuk flashdisk kecil itu. “Bersih, tidak tersentuh setelah diekspor.” Kenzo mendekat setapak. “Kamu dapat dari mana?" tanya Kenzo, nadanya tenang namun tegas. Clara menarik kursi untuk Zeya lebih dulu, baru kemudian duduk. “Ini awalnya kebetulan,” ujar Clara. “Waktu minggu keselamatan pasien, aku diminta bantu audit waktu perpindahan pasien dari lift ke ruang tindakan. Kami cari sampel koridor untuk presentasi internal, bukan urusan keamanan. Kepala perawat bedah memintakan potongan rekaman koridor belakang lift ke tim fasilitas, lalu meng

