Harga Sebuah Kesaksian

1022 Kata

Pria itu masih terengah di bawah tekananku. Napasnya tidak beraturan sementara matanya bergerak liar ke kanan dan kiri seperti mencari celah untuk kabur, meskipun jelas dia sudah tidak punya ruang. Keringat mulai muncul di pelipisnya, menetes perlahan ke rahang lalu jatuh ke lantai yang dingin. Tangannya sempat berusaha bergerak, tetapi cengkeramanku terlalu kuat untuk dilepaskan begitu saja. Membuatnya akhirnya hanya bisa diam dalam posisi tertekan. “Gue… gue cuma disuruh,” ulangnya dengan suara bergetar. Aku menatapnya tajam tanpa sedikit pun mengendurkan fokus. “Disuruh siapa?” tanyaku datar. Dia langsung diam. Reva yang berdiri di sampingku menekan bahunya sedikit lebih kuat, membuat pria itu meringis pelan. “Jawab!” kata Reva tegas. Pria itu menelan ludah, tenggorokannya b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN