Nyatanya Anas Azhar memang seangkuh itu. Bahkan, setelah tahu siapa saja para tamu tak diundang yang datang menggeruduk rumahnya di waktu tak lazim, dia tetap petantang petenteng. Entah karena baginya mereka bukanlah siapa-siapa, atau angkuhnya hanya sekedar menutupi rasa takut. Orang normal mana mungkin tidak gemetar rumahnya dikepung puluhan preman dengan membawa senjata tajam. Anak kesayangannya malah sudah babak belur tidak karuan dihajar oleh Genta. Dia terlalu fokus ke Aben, anak tirinya yang sudah minggat dari sana puluhan tahun lalu. Mengira kedatangan mereka bersama Aben, hanya cara bocah sialan itu untuk menggertak dan balas dendam. Lebih gedek lagi melihat Fadilah, emak kandung Aben. Sumpah! Sifa dan Arya Harsa saja sampai sakit hati mendengar mulut jahatnya. Mendadak mereka in

