Ada rasa yang tidak bisa Genta terjemahkan dengan kata. Entah ungkapan apa yang cukup untuk mewakili perasaannya sekarang. Dia selalu merindukan rumah seperti yang orang lain punya. Ada keluarga, juga suasana hangat. Apalah daya impian sederhana itu baginya dulu justru hal yang sepertinya mustahil terwujud. Terlebih setelah ditinggal mamanya. Genta kehilangan rumah dan maknanya. Bahkan meski kemudian dia sanggup membeli penthouse sekalipun, hunian mewah harga selangit itu rasanya hampa. Kalau bisa memilih, Genta malah ingin rumah sederhana mereka dulu. Yang penting masih ada mamanya di sana. Ternyata sekarang impian itu terwujud. Bukan hanya ada anak istrinya, tapi juga papanya. Iya … bahkan keinginan untuk merasakan bagaimana rasanya punya papa itu pun terkabul. Tidak ada lagi yang kura

