Bab 124. Lova Ngamuk

2436 Kata

Dan apa yang Satria khawatirkan kapan hari pun akhirnya benar-benar terjadi. Istrinya pecah ketuban saat pesta pernikahan keponakan mereka masih berlangsung. Sudah punya tiga anak dan dua cucu harusnya Satria paham, biarpun ketubannya pecah bukan berarti bayi mereka langsung brojol. Tapi, tetap saja dia panik bukan main melihat Rena meringis kesakitan. Untung saja jarak dari hotel ke rumah sakit tidak terlalu jauh. Sampai di sana pun Rena juga langsung mendapat penanganan. Karena faktor umur dan kehamilan resiko tinggi, jadi sejak awal dokter memang menganjurkan melahirkan secara sesar. Maka dari itu Rena juga tidak perlu menunggu pembukaan jalan lahir, tapi langsung dibawa ke ruang operasi. Satria terus menemani istrinya sepanjang operasi. Jujur, dia sedikit merasa bersalah sudah egois

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN