Sabar … Masih banyak jalan menuju Roma. Tidak jadi ke Bali, Gilang masih bisa mengajak Kiya dan Duta jalan-jalan ke tempat lainnya. Hanya gara-gara celetukan Lex, Kiya mendadak kehilangan antusiasmenya untuk liburan bersama Gilang. Agak susah memang, jika memiliki kakak ipar yang terlalu menjunjung tinggi norma-norma yang berada di masyarakat. Kenapa juga, Lex harus muncul di waktu yang tidak tepat seperti itu. “Sudah mainnya?” tanya Kiya setelah melihat Duta masuk dengan terengah. Sebenarnya, permainan apa saja yang ada di rooftop rumah Elok, sampai bisa membuat Duta ngos-ngosan seperti itu? “Belum, Bun,” Duta menghampiri Kiya yang masih berada di meja makan bersama Gilang. “Tapi aku laper, mau makan.” “Biiik.” Gilang langsung memanggil asisten rumah tangga Elok, yang dulunya juga pe

