"Wu... Wulan?! " Najwa sangat terkejut saat melihat Wulan ada di depannya. Kenapa hidupnya sial sekali. Diantara banyaknya sel tahanan kenapa dia malah harus satu sel dengan Wulan. "Kenapa wajahmu berubah ketakutan begitu Najwa? lihat penampilan kamu sekarang ckckck dari yang alim jadi modelan ani-ani begini. Apa kamu jadi simpenan kakek-kakek diluar sana? jawab aku?! " Wulan menjambak rambut panjang Najwa dengan kuat hingga beberapa helai rambutnya terlepas. Najwa berteriak kesakitan dan meminta Najwa untuk melepaskan jambakannya, "Ahkkk sakit!! lepaskan aku Wulan!! ampun!! " "Ahahahaha, apa? aku gak dengar kamu ngomong apa. Baiklah aku akan melepaskanmu setelah aku puas memukulimu wanita jalang!! kamu membiarkan aku hidup menderita di dalam penjara sedangkan kamu hidup enak-enakan

