Bab 128. Proses Penyidikan

2067 Kata

Jam dinding di lorong kantor polisi menunjuk angka sepuluh tepat ketika sosok Bude Laksmi muncul dari balik pintu kaca. Wajah perempuan paruh baya itu kusut, matanya sembap, langkahnya terburu namun goyah. Tas besar di pundaknya tampak berat, bukan oleh isinya, melainkan oleh beban masalah yang menumpuk sejak beberapa hari terakhir. Dua anaknya—dua-duanya kini berurusan dengan hukum. Sebuah kenyataan pahit yang tak pernah ia bayangkan dalam hidupnya. “Pak, saya mau bertemu anak saya. Rere,” pintanya pada petugas jaga dengan suara ditekan, berusaha terdengar tegas meski dadanya sesak. Tak sampai sepuluh menit, pintu ruang BAP terbuka. Rere duduk di dalam, rambutnya sedikit berantakan, wajahnya pucat tapi sorot matanya masih menyimpan api. Ketika melihat ibunya masuk, bibirnya langsung ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN