Bab 94. Prita Kabur

1800 Kata

Ruang utama mansion itu seketika terasa menyempit, seolah udara di dalamnya mengeras. Lampu gantung kristal memantulkan cahaya pucat ke lantai marmer, menciptakan bayangan-bayangan kaku di wajah orang-orang yang berdiri di sana. Bram menatap Prita. Tatapannya tajam—bukan tajam yang meledak-ledak, melainkan tajam yang tenang, terukur, dan mematikan. Seperti pemangsa yang sudah mengunci mangsanya, tidak tergesa, tidak ragu. Prita, yang sama sekali belum menyadari bahwa semua topengnya telah runtuh, masih duduk dengan punggung tegak. Kedua tangannya terlipat anggun di atas paha. Senyum tipis masih menggantung di sudut bibirnya, meski sorot matanya sesekali berkelebat gelisah. Ia merasa … ada yang tidak beres. Namun ia tetap memaksa dirinya terlihat tenang. Bram menyandarkan satu tangan d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN