Rasa asin yang tertinggal di lidah Alea bukan berasal dari makanan malam itu—melainkan dari udara yang mendadak tegang. Meja makan yang biasanya terasa hangat kini seperti ruang sidang tak resmi, di mana setiap kata adalah vonis dan setiap tatapan adalah tuduhan terselubung. Mama Linda beberapa kali mencoba mencairkan suasana dengan basa-basi lembut, tetapi tampaknya suasana sudah terlanjur keruh. Sedangkan Bram hanya duduk diam, sesekali menatap piringnya, sesekali melirik Alea seperti ingin memastikan ia baik-baik saja. Sementara itu, Bude Laksmi lebih banyak menunduk sejak percakapan soal biaya rumah sakit tadi. Wajahnya yang biasanya tegas kini tampak pucat, tercabik antara gengsi dan ketakutan yang bahkan Eka tidak sanggup tutupi. Eka, di sisi lain, terlihat seperti seseorang yang

