Bab 130. Salah Lawan

2502 Kata

Rere menggigit bibir bawahnya begitu keras sampai terasa perih. Tangannya mencengkeram tongkat siku di sisi kiri tubuhnya, jemarinya memucat menahan tekanan. Lorong kantor polisi yang tadi terasa biasa saja, kini seperti menyempit, menekan dadanya dari segala arah. Ia tidak menyangka. Tidak pernah membayangkan. Di hari yang sama, di tempat ini, ia dipertemukan dengan mantan suaminya—dan lebih buruk lagi, dalam kondisi seperti ini. Matanya beralih cepat antara Bram dan Rian, lalu ke Faisal. Ada sesuatu yang langsung membuat perutnya terasa melilit: cara mereka saling menatap. Terlalu mengenal. Terlalu paham. “Kenapa mereka bisa saling kenal?” batinnya berteriak panik. “Dunia apa sih ini … kenapa sempit banget?” Ia menelan ludah. Faisal, yang sejak tadi berdiri setengah langkah di dep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN