Bab 103. Jatuh Talak

1127 Kata

Petang merambat pelan di lorong rumah sakit. Cahaya matahari yang tadi terang kini meredup, menyisakan warna jingga pucat di balik jendela-jendela tinggi. Suasana menjadi lebih hening, seolah bangunan itu ikut menahan napas. Pintu ruang rawat VIP terbuka perlahan. Bram keluar lebih dulu—kali ini duduk di kursi roda. Wajahnya tetap dingin, datar, tak menunjukkan sedikit pun keraguan. Rian berdiri di belakang, kedua tangannya mantap di pegangan kursi roda, sementara Lukman berjalan di sisi mereka dengan map tebal di tangan. Tidak ada percakapan. Tidak ada basa-basi. Tujuan mereka satu. Ruang rawat kelas satu. Di lantai berbeda, Rere masih berbaring di ranjangnya, gelisah. Sejak ibunya kembali dari kantor polisi, kepalanya tak henti berputar. Kata-kata Eka ditahan, percobaan penculikan, a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN