Malam di kafe itu berakhir dengan suasana yang jauh lebih tenang dibandingkan saat mereka pertama kali datang. Sarah masih sempat beberapa kali melirik ke arah wanita-wanita yang tadi memperhatikan Javier, tetapi perlahan perasaan kesalnya mulai mereda, apalagi setelah Javier sama sekali tidak memberikan perhatian pada siapapun selain dirinya. Setelah makan malam ringan dan minuman hangat, Javier berdiri lebih dulu. “Ayo.” Sarah menoleh. “Kemana lagi?” Javier mengambil jasnya. “Kita keluar sebentar.” Sarah tidak bertanya lagi. Ia hanya mengikuti Javier keluar dari kafe. Udara malam langsung menyambut mereka. Tidak terlalu dingin, tetapi cukup sejuk untuk membuat suasana terasa nyaman. Lampu jalan menyala di sepanjang trotoar, dan suara kota malam terdengar samar di kejauhan. Mobi
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


