77 | Yang Ditunggu

1008 Kata

Ava tidak menyangka akhirnya hari ini tiba. Berhasil meringkus orang yang jahat kepadanya dan ibu. Namun, ada hal yang lantas membuat ketenangan Ava terenggut. Ya, soal Kakek Danu. Katanya, beliau sedang menunggu di gedung apartemen tempat Ava tinggal. Ada apa, ya, kira-kira? Terlebih saat terakhir kali bertemu, Ava sudah melawannya, bukan? Elang sontak meraih tangan Ava, menggenggamnya di akhir perjalanan menuju kediaman. "Jangan khawatir. Paling kakek mau bawa kabar baik." Oh, begitukah? Ava harap iya. Dia ulas senyum saja sesaat Elang meliriknya. Tak lama, kuda besi yang Elang kemudikan telah tiba di area parkir apartemen itu. Jantung Ava makin berdebar. Resah bertambah, memikirkan soal maksud kedatangan Kakek Danu. "Kamu masih saja tegang," tutur Elang. "Karena ini Kakek Danu,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN