“Firman …” Panggilan itu membuat sang empunya nama langsung tersentak. Dia mengangguk sambil tersenyum tipis, sudah familiar dengan nada suara yang dingin dengan raut wajah minim ekspresi sang atasan. “Iya, Pak? Pak Elan sudah mau pulang?” tanya Firman sopan. Pria yang sudah mengabdi lebih dari sepuluh tahun pada Elan Alastair itu langsung berdiri dan mengangguk hormat. “Ya … Dokumen yang tadi ada di meja saya, sudah saya cek dan tanda tangan.” “Baik, Pak.” Elan mengangguk puas namun tidak mengukir senyum, hanya hatinya yang tau seberapa berbunga-bunganya dia hari ini. “Tetap kirimkan pada saya hasil meeting minggu depan dengan region Asia Pasifik.” “Baik, Pak …” “Pastikan semua sudah siap dan tidak ada kesalahan untuk acara saya besok. Selama saya cuti, kamu bisa mengh

