Janu menatap Megan dengan dingin, bagaimana tidak adiknya terlihat tidak ingin ia dekati pada hal ia telah sangat menyayanginya selama ini. Dulu bahkan ketika dia belum tahu Megan adalah adik kandungnya, ia masih sangat memperhatikannya terbukti ia bahkan menyewa pengacara hebat agar adiknya itu tidak dihukum lama. Serkan merangkul bahu Janu dan mencoba membesarkan hati Janu agar sedikit mengalah saat ini, karena jika keduanya dibiarkan berdebat didepan keluarga besarnya, maka jarak antara Janu dan Megan akan semakin besar. "Mungkin nanti setelah kita semua selesai berbincang, kamu bisa berbicara berdua saja dengan Megan!" Ucap Serkan pelan membuat Janu menganggukkan kepalanya. "Jika waktu bisa diputar, saya tidak akan pernah menjadi seorang Kakak yang jahat Mas, saya akan mendampingi

