Bab 89

1622 Kata

Di ruang keluarga, semua keluarga Kiai Rahmat, Ummi Fatimah, Rayyan dan Mbak Sari, mereka berkumpul untuk memutuskan keputusan apa yang akan di ambil dari kejadian tadi malam. Bukan hanya keluarga besar, tetapi juga ada Dirga yang tiba-tiba datang, pria itu segera meluncur ketika Rayyan mengambarinya tentang kejadian tersebut. Rayyan dengan tegas mengatakan, dirinya tidak melakukan apapun, sementara Mbak Sari tetap mengatakan jika Rayyan lah yang lebih dulu menggodanya untuk melakukan hal seperti itu. Bahkan wanita itu mengatakan tidak sekali, hal itu sering terjadi ketika Rayyan kembali ke rumah ini. “Ummi, Abah, aku tidak bicara tanpa bukti." Ucap Mbak Sari terisak pilu. Baik Ummi Fatimah ataupun yang lain, menautkan kedua alisnya, bingung, bicara tanpa bukti? maksudnya apa? “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN