Bab 69

1544 Kata

“Bun, kenapa harus kamar Mas Ghaffi, masih banyak loh kamar lain kalau cuma untuk tempat mainan Kai." Dirga tidak tau jika yang di renov adalah kamar Ghaffi, Nisa hanya mengatakan ingin merenov satu kamar lagi untuk mainan Kainan yang sudah numpuk. Memang awalnya bukan kamar Ghaffi, tetapi putra bungsu nya itu terus merengek meminta kamar yang lebih dekat dengan kamarnya. Nisa pikir tidak masalah, toh masih banyak kamar lain, dia bisa menghiasnya serupa dengan kamar lama Ghaffi. Tetapi siapa sangka Dirga semarah itu. Rayyan melirik putranya, Ghaffi tidak menunjukkan keterkejutan sama sekali. Tatapan datar dengan raut wajah dingin. Susah payah Dirga meyakinkan putra sulungnya, bahwa dia masih memiliki tempat yang sama seperti dulu. Tetapi Nisa malah menghancurkan semua usahanya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN