Bab 62

1021 Kata

Layaknya dua pria dewasa yang sedang berbincang serius, Dirga mengajak putra sulungnya duduk berdua di balkon kamar. Dirga sengaja menyewa apartemen yang memiliki dua kamar. Tujuannya agar dirinya bisa satu kamar dengan Ghaffi dan bicara dari hati ke hati. Anak laki-laki yang dulu sangat manja padanya, kini memang sudah banyak berubah. “Bang, Abi Rayyan benar-benar nyebelin, baru di tinggal beberapa jam aja udah ratusan kali kirim pesan." Ucap Dirga sembari menunjukkan ponselnya kearah Ghaffi. Ghaffi menarik sudut bibirnya. “Khawatir." Jawabnya singkat. Dirga sedikit memiringkan kepalanya, apa yang perlu di khawatirkan? Dia tidak akan menyakiti Ghaffi ataupun membawa kabur. “Apa yang harus di khawatirkan, Bang? Ayah gak mungkin.. " “Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, Ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN