Hati siapa yang tidak sakit, melihat wanita yang pernah dicintainya duduk di samping pria lain. Seharusnya Nisa berada disebelahnya. Ummi Fatimah juga bisa merasakan tatapan sang putra yang sepertinya menahan cemburu. Mulut bisa berkata ikhlas, tetapi ketika menjalaninya tidak akan mudah. “Acara belum juga dimulai udah mau pulang, tidak ada sopan santun sama sekali." Ketus Ummi Fatimah memberikan tatapan sinis. Nisa hanya mengehela nafas berat, dia izin pulang sebelum acara dimulai bukan tanpa sebab, semua karena rumor yang tidak jelas itu. Dirga sebagai suami tentunya tidak terima melihat istrinya menjadi bahan pembicaraan. Kedatangannya untuk bersilaturahmi dan karena undangan juga, tetapi sepertinya kehadirannya juga Nisa tidak diterima oleh para pembenci. “Abi minta maaf, Dir

