Bab 18

1014 Kata

Rayyan tertawa terbahak-bahak, dia tengah menertawakan dirinya sendiri yang begitu teramat bodoh. Hasil tes DNA sudah keluar dan nyatanya tidak ada kecocokan sama sekali Arya dengan dirinya, berarti bayi itu memang bukan miliknya. Rayyan memang sudah menduga malam itu tidak terjadi apa-apa, tetapi Ummi nya yang terlalu menggebu-gebu sehingga percaya begitu saja dengan Warda. Dia merasa sangat terpukul, sekarang semua sudah berantakan, tidak mudah baginya untuk menata kembali. Air matanya terus mengalir beberapa kali dia meninju kearah tembok, jelas itu karena sesal yang mengobrak-abrik dadanya. Dia ingin sekali mencaci maki dirinya sendiri. Kenapa harus Nisa yang berusaha menyadarkan dirinya, kenapa tidak sejak awal dia mencari tahu sendiri. “Rayyan." Panggil Kiai Rahmat, meras

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN