Rayyan mengalami banyak perubahan, tidak ada lagi senyum yang terlihat, dirinya benar-benar tidak berdaya tanpa Annisa. Tidak ada lagi perhatian kepada Warda, Rayyan hanya melakukan tanggung jawabnya sebagai Ayah yang memberikan perhatian pada Arya. Namun entah kenapa perasaan itu tidak pernah akrab, Rayyan merasa asing dengan bayi mungil itu. Tidak ada rasa menggebu-gebu layaknya seorang Ayah pada darah dagingnya. Hatinya sangat mengharapkan kehadiran bayi yang sedang berada dalam kandungan Nisa, padahal Ummi Fatimah terus meyakinkannya jika bayi itu adalah milik Dirga. Kepalanya menggeleng pelan, dia harus tetap melakukan tes DNA untuk memastikan semuanya. Sementara Warda dia tidak pernah lelah untuk terus mencari perhatian pada Rayyan, segala cara sudah dia lakukan, dari penam

