Dirga meremas rambutnya sendiri, bukan, ternyata itu bukan Ghaffi. “Bang, ada apa?" Dirga tersentak oleh kehadiran sang istri, pria menggelengkan kepalanya. “Gak ada apa-apa, kita berangkat sekarang." Nisa mengangguk, setelah itu Dirga menyalahkan mesin mobilnya dan segera pergi menuju ke sekolah Kai. Sepanjang perjalanan, tidak ada obrolan, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Nisa melihat kearah samping melihat jalanan yang begitu ramai. Kurang lebih lima belas menit mereka sampai di depan sekolah Kai, ternyata Dirga terlambat lima menit dan itu membuat Kai merajuk. “Aku ingin ke Danau." Sebagai gantinya. Dirga hanya mengangguk tanpa menolak, sedangkan Nisa benar-benar tidak menyukai suaminya yang seperti ini. “Kai, salim dulu sama Ayah, gak nyelonong seenaknya gitu." T

