Rayyan terkekeh geli melihat Dirga bak mayat hidup, wajahnya terlihat begitu pucat. “Untuk sementara biarkan Bang Ghaffi tinggal bersama ku sampai Nisa melahirkan." Ucap Rayyan terkekeh setelah menghentikan kekehannya. Dirga menggelengkan kepalanya. “Jangan mengubah peraturan yang sudah kita sepakati Gus." Jawabnya. “Aku tidak mengubah apapun Dirga, tapi lihatlah kondisimu sangat memperhatinkan, sepertinya anak kedua kalian tau cara menyiksa Ayahnya." Ya, Dirga akui itu, tetapi bukan berarti dia tidak sanggup lagi mengurus Ghaffi dan tentunya Nisa tidak akan mengizinkannya. “Tapi.. " “Ayah, aku masih pengen di sini, tinggal bersama dengan Abi Ayan." Ghaffi menyambar dengan cepat. Baik Dirga maupun Rayyan menoleh kearah anak laki-laki itu. Seperti sudah menjadi kebiasaan, Gh

