Bab 105

1048 Kata

“Gus, yang tadi itu siapa?" Jiwa kepo Dirga meronta-ronta. Rayyan melirik sekilas dan beberapa kali menghembuskan nafas panjang. “Teman" Singkat tanpa mau menjelaskan, lagipula tidak ada kewajiban yang harus di jelaskan. Dirga manggut-manggut, tidak puas dengan jawaban Rayyan, dia ingin bertanya lebih, tetapi itu sama saja dia melanggar privasi sahabatnya. Toh nanti juga kalau ada apa-apa pasti akan cerita sendiri. “Gak usah kepo, kita kenal waktu ada kerja sama di Kairo, dia merekomendasikan menu baru untuk restoran yang aku kelola dulu." Lanjutnya, Rayyan tau jika Dirga sudah terjangkit virus kepo, dari itu dia segera menceritakan yang sebenarnya. Sudah tidak aneh, jika wanita yang bekerjasama dengan Rayyan dan mengetahui statusnya Duda langsung menaruh perasaan padanya. Tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN