Bab 38

1012 Kata

“Bagaimana keadaan Nisa?" Tanya Rayyan sembari mengusap kepala Ghaffi dengan lembut. “Allhamdulilah, Nisa sangat bahagia Gus." Jawabnya tidak mengurangi fakta. “Tetapi kau yang terlihat lebih bahagia, Dirga." Ucap Rayyan. Dirga tersenyum, tentu saja dia lebih bahagia, istrinya tengah mengandung benihnya. itu artinya dia akan menjadi Ayah lagi. “Dirga, jika nanti.. " “Sesuai dengan ucapanku, Gus, Ghaffi akan tetap menjadi yang utama, tidak ada istilah anak sambung, semua sama bagiku." Sela Dirga, dia paham akan kekhawatiran Rayyan. Rayyan menganggukkan kapalnya. “Aku percaya padamu." Keduanya kembali mengobrol. Dirga mendengarkan setiap curhatan dari Rayyan, jika Ummi Fatimah terus memaksanya untuk menikah lagi. “Sepertinya, pilihan Ummi kali ini terlihat benar-benar mencint

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN