Bab 44

1009 Kata

Beberapa bulan sudah berlalu, Dirga benar-benar melakukan yang terbaik untuk Nisa, sehingga membuat wanita cantik itu sedikit tersentuh. Kepercayaan yang sempat pudar perlahan membaik, Dirga akan terus berusaha dan menyikapi segala sesuatunya secara dewasa. Memang tidak seharusnya dia cemburu pada Rayyan, pria yang pernah ada di hati Nisa itu, tidak ada lagi menganggu, urusannya murni hanya tentang Ghaffi. Dan untuk Ghaffi, anak itu juga tidak lagi menyebut nama Citra, dia lebih mendekatkan dirinya pada sang Bunda. Ternyata memang Bunda nya yang terbaik. “Ayo, makan." Dirga menyodorkan udang yang baru saja di kupas kearah istrinya. Nisa mengangguk pelan sembari tersenyum tipis di baliak cadarnya. “Ayah, Abang juga mau." Ghaffi tidak mau kalah, dia juga menginginkannya. Dirga te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN