Bab 100

1465 Kata

Tuan George memijat pangkal hidungnya, kepalanya mendadak pusing mendengar rengekan putrinya. Perkara Sugar Baby dan rencana perjodohan, Nisa sudah seperti Ibu-Ibu komplek yang kurang uang belanjaan. Sejak tadi mulutnya tidak berhenti bicara. Bukan hanya dirinya saja, tetapi juga Dirga kena. “Sayang, minum dulu, kamu pasti haus kan, dari tadi ngomong terus" Dirga memberikan satu gelas air pada istri cantiknya. Mata Nisa mendelik namun tangannya tetap meraih gelas tersebut dan meminumnya sampai tandas, Tuan George menarik sudut bibirnya, putrinya sangat menggemaskan. “Jangan khawatir, kedua putramu akan memilih sendiri pendamping hidupnya, lupakan tentang ucapan Papa itu, hmm." Tuan George bicara lembut dengan tatapan yang teduh. Nisa menghela nafas berat. Siapapun nantinya pendam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN