Setelah suasana yang terasa tegang akibat mulut sang papa, akhirnya Arga memutuskan akan tidur dengan papanya. Tidak apa-apa. Ia mengorbankan waktu privasinya bersama Tara. Dia akan memikirkan solusi lainnya besok. Arga juga menghentikan pembahasan papanya tentang Rian. Cucu yang papanya lupakan. Dan setelah mengobrol satu jam, Arga menamani istrinya ke kamar untuk istirahat. “Kamu tidur saja dulu tidak apa-apa. Tidak usah menunggu mama kalau sudah mengantuk," ujar Arga seraya menata bantal untuk sang istri. Pria itu membiarkan Tara yang baru saja keluar dari kamar mandi—naik ke atas ranjang. Wanita tercintanya itu sudah berganti pakaian dengan piyama. Arga kemudian menarik selimut. Menyelimuti sang istri yang berbaring miring ke arahnya. “Sudah pas bantalnya?" tanya Arga memastikan. Ia

