Bab 192.

2148 Kata

Malam setelah istrinya melahirkan, Arga tidak bisa tidur. Yang pria itu lakukan setelah kedua buah hatinya bersama Tara sudah tertidur adalah berbaring miring di samping istrinya—menatap wajah sang istri yang tertidur lelap. Arga tahu, istrinya kelelahan setelah proses melahirkan. Pria itu menatap lekat wajah sang istri. Napasnya tertarik pelan namun panjang. Tangan kanan pria itu menyangga kepala, sementara tangan kirinya terangkat, membelai pelan rambut panjang sang istri yang tergerai. Tatapan mata pria itu penuh cinta dan kekaguman. “Aku akan terus mengatakan. Aku sangat mencintaimu, Sayang. Dan aku akan terus berterima kasih padamu. Terima kasih sudah bersedia kembali padaku.” Arga mendekatkan kepala, lalu mengecup pelan kening istrinya. Pria itu kembali berbisik. “Aku sangat menci

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN