Bagi Arga, menunggu empat bulan itu terasa lama. Ia sudah tidak sabar ingin segera melihat kedua bayinya lahir. Setiap hari berdoa semoga hari itu cepat datang. Kedua anaknya lahir, lalu tumbuh besar. Bayangan bermain dengan tiga anaknya, membuat Arga semakin tidak sabar. Namun, saat hari itu benar datang—Arga seperti orang linglung. Bingung. Bahkan ketika sang istri mulai merasakan mulas dan memintanya untuk segera memanggil dokter, Arga justru bengong. Sampai mamanya memukulnya dan berteriak memintanya untuk segera memanggil dokter. Dan kebodohannya berlanjut. Arga beranjak dari tempat duduk lalu berlari keluar. Sama seperti Arga, Rose pun jadi kehilangan kepintarannya. Apalagi Naya. Ibu kandung Tara itu kini sibuk meminta sang putri untuk mengatur pernapasan. Sementara tombol untuk

