KLIK! Pintu kamar terbuka dengan keycard. Galang dan Bening masuk dengan tangan masih bertautan—tidak mau lepas bahkan untuk sesaat. Begitu pintu tertutup di belakang mereka— Galang langsung menarik Bening ke pelukannya dan mencium bibirnya—tidak lembut seperti di bawah pohon sakura tadi, tapi dengan nafsu yang sudah ditahan selama berminggu-minggu. "Mmph!" Bening terkejut tapi langsung membalas ciuman dengan intensitas yang sama. Tangan Galang melingkar di pinggang Bening, menariknya semakin dekat hingga tidak ada celah sama sekali. Tangan satunya merambat ke tengkuk Bening, memiringkan kepala istrinya agar ciuman bisa lebih dalam. Bening melingkarkan tangannya di leher Galang, jari-jarinya meremas rambut suaminya dengan lembut—atau mungkin tidak terlalu lembut karena Galang menggera

