Bening merasa seperti sedang digandeng anak kecil yang takut terpisah dari ibunya. Sepanjang acara—dari saat dinner disajikan, saat Pak Dharma memotong cake, saat ada sesi foto bersama, bahkan saat Bening hanya ingin ke toilet—Galang tidak pernah lepas. Tangannya selalu ada—di pinggang Bening, di punggung bawahnya, atau menggenggam tangannya dengan erat. Terlalu erat. "Pak Wishnu, ini istri saya, Bening Dahayu Jelita." Galang memperkenalkan Bening pada seorang investor properti dengan senyum bangga. "Oh, Bening! Saya dengar nama kamu dari Pak Dharma! Katanya kamu yang desain rumahnya di Bali?" Pak Wishnu berjabat tangan dengan Bening. "Iya, Pak. Alhamdulillah proyeknya sudah selesai bulan lalu." Bening tersenyum meski dadanya sesak karena tangan Galang yang melingkar di pinggangnya se

