Kalah Telak

1471 Kata

Tivara duduk dengan anggun di kursi yang sudah diberi bantal tambahan agar tingginya pas dengan meja. Di hadapannya tersaji menu western lengkap—scrambled eggs, sausage, pancake, hash brown, dan segelas jus jeruk segar. Gadis itu memotong pancake-nya dengan pisau dan garpu dengan sangat rapi. Bahkan beberapa karyawan yang melayani berdiri di sudut ruangan menatapnya dengan kagum. "Bu, anak bos itu pinter banget ya makannya," bisik salah satu pelayan pada rekannya. "Itu bukan anak Pak Galang. Itu anak Pak Mahen. Tapi emang pinter sih. Table manner-nya kayak orang dewasa. Wajar anak sultan." Galang duduk di seberang Tiva sambil fokus pada tablet-nya—membaca laporan keuangan bulanan sambil sesekali menyeruput kopi hitam. "Om Galang, pancake-nya enak!" Tiva berceloteh sambil mengunyah den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN