Orkestra dan Pedagang Kaki Lima

1309 Kata

Sudah dua hari bening tidak tidur nyenyak—pikirannya terus melayang pada Galang dan kostum ayam bodoh itu. ‘Dasar bodoh. Pakai kostum ayam segala. Malu-maluin.’ Tapi sudut bibirnya sedikit terangkat mengingat kejadian kemarin. Sebelum dia cepat-cepat menggelengkan kepala. ‘Fokus, Bening. Kamu masih marah sama dia.’ TOK TOK TOK! "Masuk," ujar Bening tanpa mengangkat kepala dari laptop. Naira masuk dengan wajah… aneh. Campuran antara excited, panik, dan bingung. "Mbak Bening—" "Apa?" "Ada... anu... di luar..." Bening mengangkat kepala, mengernyit. "Ada apa?" "Pak Galang datang lagi." Bening langsung menegakkan tubuh, matanya melotot. "APA?! Aku kan udah bilang kalau dia datang langsung usir aja!" "Iya, tapi Mbak—" Naira menggigit bibir, menahan sesuatu. "Kali ini Pak Galang baw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN