Sesampainya di area drop zone bandara, Galang memegang koper kecil dengan satu tangan dan tangan satunya menggandeng Tivara yang tampil stunning. Gadis kecil itu mengenakan dress baby pink dengan pita besar di pinggang, sepatu mary jane putih, rambut dikuncir dua dengan pita matching, dan tas kecil pink berlogo branded yang dibeli Galang beberapa hari lalu. Shining. Simmering. Splendid. Seperti boneka Barbie yang hidup. "Om Galang, kenapa kita ke bandara?" Tiva bertanya dengan mata bulat penuh keingintahuan sambil menatap sekeliling bandara yang ramai. "Sebentar ya, Tiva. Om jelasin nanti." Galang menjawab sambil sesekali melirik ponselnya—menunggu chat dari Dirga dan Mahen. "Oke." Tiva mengangguk patuh, lalu kembali sibuk mengamati orang-orang yang berlalu-lalang dengan koper besar.

