“Mas, kamu tuh kenapa sih kalau taruh handuk basah sembarangan kayak gini?! Kan sudah aku bilang, habis mandi langsung taruh ke tempatnya.” Omelan itu sepertinya sudah yang keseribu kalinya hari ini. Sejak usia kandungannya menginjak lima bulan, Bening merasa emosinya seperti tak lagi punya rem. Hal-hal kecil yang dulu bisa diabaikan, kini terasa begitu mengganggu. Dan, tanpa sadar, suaminya sering menjadi pelampiasan setiap kali rasa kesal itu memuncak. Padahal, jauh di dalam hatinya, Bening tahu Galang tidak pernah berniat membuatnya jengkel. Pria itu tetap sama… perhatian, sigap, dan selalu ada di sampingnya. Hanya saja, perubahan hormon membuatnya semakin sensitif. Galang yang baru saja selesai berpakaian langsung meringis lucu. “Maaf ya, Sayang,” ujarnya pelan. Lalu dia berjalan

