Warning 21+ Setelah acara makan malam keluarga di sebuah Resto di hotel bintang milik om Dimas, aku akhirnya harus mau di bawa pulang ke Rumah Regarta. Mom sudah menyiapkan baju-bajuku sementara sebelum memindahkan hampir semuanya ke Apartemen laki-laki yang sekarang sudah menyandang gelar sebagai suamiku. Padahal biasanya aku mengomelinya, mencubitinya dan bahkan pernah menjambat rambutnya. Tapi sekarang mau masuk kamarnya saja rasanya luar biasa malu. Kamar ini adalah kamar yang dulu sering aku perhatikan ketika main ke rumah ini. Berharap laki-laki itu keluar dari sana untuk mengobati kerinduanku. Tapi kamar ini sekarang akan menjadi kamarku juga dan mengingat seberapa spesialnya ruangan ini untukku dulu, membuat debaran jantungku menggila. “Ngapain berdiri di depan pintu? Lagi baca

