"Mbak Wendy mau ikut-ikutan juga ikut campur masalah aku kaya mas Rega? aku nggak suka diurusin." Itu adalah ucaapan Jelita ketika aku bertanya tentang teman barunya yang menjadi pemicu ledakan Regarta kemarin. Nada bicaranya tidak enak, ekspresinya juga tidak enak di lihat. Jujur saja aku kaget dengan reaksinya yang seperti ini. Seolah seperti aku mengganggunya. Padahal aku hanya bertanya tentang masalah pertengkaran itu agar aku bisa menengahi. Sejak kapan Jelita jadi seberubah ini? Aku tidak berani bicara pada Bunda ataupun Ayah. Karena Ayah sendiri sudah di buat sibuk sebab Regarta sakit. Bunda juga sudah kesulitan karena merasa bersalah akibat pertengkaran itu. Tapi jika boleh jujur aku kesal pada Jelita. Karena itu aku mengerti perasaan Regarta. Setelah dia mengatakan itu aku tida

